A lost Slice Diary

Ini adalah catatan harianku ku mulai hari ini,

16 April 2010 jam 1 malam

Entah mengapa terbayang sosok dia dihadapanku, padahal aku sendiri masih tak yakin, tapi bagiku mengapa sku berpikir bahwa dia begitu spesial, hanya karena alasan yang sangat sederhana, mngapa sku menjadi kehilangan logika dan akal sehatku, disisi hatiku ingin berkata bahwa sudah saatnya aku untuk tertarik pada seseorang dan mengakui kenyataan yang ada, kalau aku sudah beranjak dewasa, tapi disisi hatiku yang lain selalu mengingatkanku akan perjanjian yang telah aku buat untuk sebuah kepercayaan, untuk sebuah cita cita, aku ingin berkata kalau aku sudah harus terbiasa menghadapi banyak rintangan yang ada ini.

Mengapa aku masih saja menginginkanya dia menjadi milikku, apakah karena hidupku yang sepi yang tak pernah mengakui adanya ikatan persahabatan, yang ada hanyalah menang kalah atau tentang keluarga. Aku menyadari kalau aku begitu individualis dan juga egois, tapi apakah salah jika aku sulit menghilangkanya, atau aku pantas disalahkan atas semua itu, Hanya berkhayal jika dia menjadi miliku, tapi itu tidaklah mungkin, dengan hidupku saat ini. Perbedaan itu akan tampak jelas, lebih jelas dari siang hari. Aku dilahirkan untuk bertahan meskipun aku tahu bahwa hidup itu lebih dari sekedar bertahan. Sejujurnya, aku dilahirkan dengan segala anugrah, hanya saja aku begitu melihat ke atas saat orang orang menginginkan hal terbaik dari semua yang terbaik. Aku adalah dari keluarga miskin, hidupku dituntut untuk melaksanakan perintah orang tuaku, aku amat jarang berkreasi sekadar menciptakan sebuah karya, Aku jarang bertemu dengan teman sebayaku, oleh karena itulah aku kuper. Aku selalu berusaha menghormati orang lain, tapi ketika kulihat sebaliknya, maka akan begitu menghinakanya, Aku adalah hari ini yang aku lakukan. Sekedar tersenyum, walau air mata ini mengalir deras dalam hati, Duiaku dan dunia kita semua, aku berjanji tak kan pernah lupa rasa sakit ini atau mengkhianati janjiku meskipun harus kehilangan apa yang kuinginkan. Aku harus melupakan apa yang telah menimpaku kemarin. Ku harus berpikir tentang sesuatu yang baru. Lalu, semuanya akan cerah kan.

26 mei 2010

Seseorang yang kau percayai telah menghianatimu, jika hal itu terjadi apakah kau akan mempercayainya lagi?

Will you throw your pride or will you throw your life?

Mungkin semboyan itu tidak ada harganya bagi seseorang, Tapi, itu adalah hal yang ku alami sekarang, dan aku lebih memilih membuang kebanggaaanku. Tak peduli apa yang akan ku alami setelah ini, karena mau tidak mau aku harus segera berubah merespon keadaan ini. Aku akan menjadi penghianat atas diriku sendiri. Pada mereka yang tak pernah ada seharusnya.

Tomodachi wa basho e kanashimi to shiawase o souhouno ni kayou. Demo, kono hito ga imasu ka? Atashi wa kodoku ni ikete. Tada atashi ni shua.

Advertisements

About Revandry

Hidup adalah perjuangan, Apapun yang terjadi dalam hidupmu, jangan menyerah dan jangan pernah menyerah.

Posted on 31 August 2012, in Life. Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. Dyah Arum Arimurti

    andryyyyyy,… gpp kalau kamu tidak mengakui adanya ikatan persahabatan. buatku, kamu selalu punya tempat di ggl, selalu punya tempat di hatiku. kamu hanya belum melihatnya sekarang.

    Like

    • Nee..Arum-san, Itu hanya tulisan dari masa lalu ku. Aku yg sekarang sudah sedikit berubah. Aku punya masa lalu kelam dan membekas sampai sekarang. Tempat? Mungkin. aku slalu merasa tak layak berada disamping orang meski ibuku sendiri.

      Aku tdk tahu harus bagaimana…

      Like

Menurutmu... gimanaaa....???

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: