Monthly Archives: July 2013

Hanashi

“Ne.. An. Kau sekarang sudah menjadi apa? Aku tidak tahu dirimu bukan tapi maksudku diriku yang disitu.”
“Kamu siapa?”
“Aku adalah kau tapi aku dari masa lalu, dirimu yang dulu.”
“kau bercanda ya! Aku tidak punya apa-apa, uang, harta, data, pride, cinta, sahabat, keluarga, juga…tempat untukku kembali. Kau ingin apa dariku katakan! Aku akan berikan jika memang itu punya, kau menyuruhku untuk melakukan apa juga akan kulakukan sebisaku. Hayoo…mengaku kau siapa?”
“Sudah ku bilang aku adalah kau 3-6 tahun yang lalu. Saat ini aku baru lulus SMA- “
“Mou yamete, aku tidak punya apa-apa lag-“
“Sudah kuduga!”
“Apa?”
“Aku… pernah bermimpi buruk suatu malam. Didalam mimpiku aku seorang diri tapi… aku tidak merasakan apapun, aku terus berjalan seorang diri, lalu bertemu cahaya seperti kunang-kunang 2-4 ekor. Lalu aku terus berjalan dan cahaya itu tetap menerangiku, hingga terdengar suara, Cukup! Sampai disini, perjalanan ini sudah berakhir”. Lalu dunia berubah dimana kulihat keluargaku, orang-orang didesaku, teman-temanku, dan semua orang yang pernah bertemu dan mengidolakanku menjalani kehidupannya masing-masing, tapi tak ada satu pun yang mengingatku, mengenalku. Aku mnghilang, tapi tak ada seorang pun yang mengingat keberadaanku di dunia. Orang-orang yang selama ini ku cintai, orang pernah mencintaiku, yang mengidolakanku semuanya…semuanya…
“Siapa sebenarnya dirimu? Kenapa kau punya mimpi yang sama denganku?”
‘Karena itu, aku ingin berbicara denganmu. Aku ingin kau melakukan sesuatu untuk mengubah mimpi buruk yang telah menjadi nyata seperti yang terjadi padamu sekarang ini. Kau tidak bisa kembali ke masa lalu, tapi kau masih bisa mengubahnya, menghancurkan kenyataan yang kau alami.”
“Sudah! Aku benar-benar tak mengerti apa yang kau bicarakan”
“Kau mengerti apa tidak aku tidak peduli. Aku hanya punya satu permintaan, Ku ingin kau memikul dosa yang akan kulakukan.”
“Aku sama sekali tidak mengerti. Dosa apa? Kau yang melakukan, mengapa aku harus yang menanggungnya. Itu kesalahan yang hendak kau lakukan, tanggung sendiri dosamu.”
“Kau bodoh! Aku melakukan ini semua demi dirimu, karna aku tahu semua masa depanmu, bahkan hari kematian dan jamnya pun aku tahu. Karna itu aku tidak ingin kisahmu, bukan, tapi kisahku kisah kita berakhir bad end.”
“Huh..baiklah! Apa yang harus ku lakukan. Aku cukup melakukan itu saja kan agar semua kisah di masa depan juga berubah. Cepat katakan apa maumu?”
“Tentu, pertama, yang kau lakukan adalah temui Risa di sore hari pukul 5, mengenai kapan harinya kau sendiri yang mencarinya. Selanjutnya, hancurkan taman 17th, hadiah ulang tahunmu saat itu. Terkahir, katakan apa yang kau ingin kau katakan, menikahlah dengan Fujino. Itu saja.”
“Hoi..permintaan aneh macam apa itu. Aku sudah tak ingin punya urusan dengan mereka berdua-..”
“Cinta tak terbalas bukan! Itu yang kau pikirkan.”
“Juga kenapa aku harus menghancurkan, satu-satunya kenangan indah yang pernah kubuat. Fujino ya, aku tidak ingin bertemu denganya lagi. Dia sudah lebih hebat dariku sekarang bahkan sejak awal, dia terus menyembunyikan dirinya. Aku tidak mengenalnya, siapa dirinya sebenarnya? Dirinya yang nyata, dirinya yang palsu aku tidak tahu. Lagipula dia sudah punya pacar. Baik Fujino maupun aku sudah berjanji akan hidup dalam kehidupanya masing-masing. Kalaupun aku jadi menikahi Fujino, lalu bagaimana Risa dan Hayami. Aku tak ingin membuat orang lain tersakiti lagi. Lebih baik aku yang menanggung semua ini sendiri.”
“Kau salah. Kalau kau benar-benar ingin menanggung semua itu sendiri, yang perlu ku lakukan adalah yang ku sebutkan tadi. Aku punya pikiran yang sama denganmu. Risa dan Fujino adlh kunci untuk mengubah. Meski, aku tidak tahu apa yang terjadi jika selanjutnya”
“Bodoh, lalu kenapa kau menyuruhku melakukan sesutu yang kau sendiri meragukanya?”
“Aku hanya bisa mempengaruhi hasilnya 5%, sisanya tergantung apa yang akan kau lakukan.”

Aku sama sekali tak mengerti apa yang ia katakan. Apakah dengan bertemu denganya kehidpanku akan berubah? Tidak smudah itu bukan. Ada banyak kemungkinan yang terjadi. Tapi tidak salahnya aku mencoba, ya benar, semua keputusan ada ditanganku.”

 

Belum selesai..

Advertisements

Days

[Tohru}
Wakatteiru…

Ikatan manusia begitu lemah, suatu saat akan terputus. Kita telah melalui banyak masa dan kejadian. Semua kenangan itu berkumpul dan tersimpan rapi dalam hatiku. Meski kadang aku lupa dimana menaruhnya. Kita telah dipertemukan. Lalu akan tibanya masanya untuk kita berpisah. Kita akan berjuang dalam kehidupan masing-masing. Jika tiba saatnya, jika kesempatan itu tiba, saat jalan kita bertemu dalam perempatan, alangkah baiknya kita mau saling menolong. Itu saja.

[Akane]
Aku sudah melakukan banyak kesalahan. Jika kau masih mau, maukah kau memaafkanku. Aku tidak ada saat kau mendapat masalah. Aku terlalu berharap apa yang telah aku lakukan terbalas. Aku tidak bisa ikhlas. Mulai sekarang, aku akan membantu siapapun yang mempunyai masalah. Jika kau butuh bantuan, jika kau sedang dalam masalah, katakan, meski aku tidak bisa menyelesaikanya, paling tidak aku bisa sedikit meringankan bebanmu. Shinjite hoshii.

[Fujino]
Kau sudah melupakanku ‘kan! Tidak usah malu, akui saja. Lagipula tidak banyak yang bisa aku lakukan untukmu. Saat itu aku hanya diam, tidak ada yang bisa aku katakan. Kau juga sudah tak lagi ingin tahu banyak tentangku. Semua yang kau lakukan hanya membuat kita saling menjauh, tidak apa. Sekarang kau menyadari bukan! Kau membutuhkanku. Kenapa… kenapa kau cuma diam saja? Hei hei.. paling tidak katakan sesuatu untuk membantahku bahwa aku ini salah.

[Tohru]
Ya benar aku memang seorang penakut. Terlalu banyak yang ku takutkan hingga aku tak bisa menyadarinya. Beri aku keberanian. Aku tahu kebenaran sejati muncul dari dalam diri sendiri, karena itu..karena itu…katakan! Katakan apa yang harus kulakukan. Kau selalu bersamaku hingga terakhir. tapi kau selalu ingin mengahdapainya sendiri tanpa menyisakan apapun bagi orang-orang disekitarmu. Beri kesempatan pada yang lainya untuk berkembang.

[Kirie]
Bintang yang tinggi, dilangit, tak dapat dijangkau tangan-tangan.
Hmm…kau sekarang sudah jadi orang hebat ya. Aku yang sekarang bukan apa-apa bagimu.
Apakah kau sudh lupa pemandangan itu. saat itu siang hari yang cerah dimusim panas pertama kita. Waktu itu hari masih pagi belum begitu siang sekitar pukul 9. Kita berada di bawah pohon flamboyan besar di jalanan menaik itu. Udara berhenti, tak ada angin, begitu tenang, hanya sesekali terdengar suara kicauan burung yang entah darimana asalnya. Kita memandang langit, tentu saja kita tidak bis melihatnya karena terhalang daun-daun yang rindang bukan. Sinar-sinar mentari hangat berusaha menembus lebatnya daun-daun dan ranting yang menari. Saat itu aku melihat itu semuanya seperti bintang yang berkelip. Saat itu pula kau mengatakan impianmu.

Jadi selama ini… kau..

[Tohru]
Sudah cukup! Aku ingin kembali, izinkan kau kembali, meski…meski aku tidak punya tempat untuk kembali lagi. Aku akan kembali ke tempat aku berasal, masa kecilku, tempat masa aku tumbuh, jati diriku yang sebenarnya, sehitam apapun diriku. Aku adalah aku, tidak peduli aku telah kehilangan semua, aku masih bisa meraih itu semua.

Sannen Mae; Other Side

Tanpa kita sadari, tanpa kita akui, kita telah saling mengenal. Denganmu, orang yang berjalan pulang di sampingku. Kita telah menjadi teman seperjalanan dengan tujuan yang sama, menuju tempat peristirahatan kita. “Apa yang sedang kau pikirkan?” “Apakah kau sudah punya seseorang yang kau sukai?” Orang seperti apa yang kau suka?” dan masih banyak pertanyaan lain yang mengalir dala pikiranku saat itu. Hingga aku tidak menyadarinya, sudah sampai di persimpangan. Waktu berlalu, rahun pertana, tahun kedua, dan tahun terakhir di sekolah ini. Begitu banyak yang ku ingin tahu tentangmu, semua pertanyaan-pertanyaan itu, akankah semua akan terjawab? Aku tak pernah tahu..

Dalam diriku yang selalu dibayangi keraguan, kalau saja aku bisa, aku ingin membawamu, enggapai cita-cita yang seelama ini aku inginkan, astronom, dimana kubisa melihat Deneb, Altair, Vega; rasi segitiga musim panas, lalu Ophiura, Canis Mayor dan Minor dan pastinya kita bisa terus bersama melihat itu semua saat musim panas tiba. Tapi, aku menyadari, kau pun pasti mempunyai impian yang kau kejar. Saat diam-diam ku melirik Future Career Survey kau ingin menjadi perawat di pilihan pertaa, lalu diikuti juru masak dan guru. Sedikit bersebrangan bukan! Karena kita akan pergi ke tepat masing-masing dimana itu berada. Aku yakin, kau pasti akan baik-baik saja, kau bisa, karena kau seorang gadis yang rajin, nilai-nilaimu juga bagus, kau malah pandai bicara tidak seperti aku.

Aku telah menyadari perlahan aku telah sejak lama tertarik padamu dan mulai memperhatikanmu. Bahkan mungkin ku benar-benar suka padamu, karena aku ingin kita bisa selalu bisa berjalan pulang bersama. Mungkin aku terlalu berharap banyak hal darimu tanpa menyadari ketidaktahuanmu. Kau selalu diam dan jarang bicara saat itu, aku tidak tahu apa yang sebenarnya kau pikirkan. Apakah kau merasa canggung bersamaku, aku tidak tahu harus bagaimana sebaiknya.

Hari kelulusan tiba…
Semua orang di kelas ini sangat senang, begitu pula denganmu. Kita semua disini saling mengucapkan salam perpisahan, saling memberi kenang-kenangan dan semua perasaan yang campur aduk saat itu. Ku lihat kau begitu asyik dengan teman-temanu, aku tidak ingin menggangguu. Paling tidak, aku bisa mengucapkan salam perpisahan. Ya… karena setelah ini garis dunia akan berubah, setelah ini kehidupan yang baru baru saja kan dimulai. Kelulusan bukanlah akhir, tapi awal yang baru bagi semuanya. Aku akan merindukan saat-saat itu, keseharian kita di tempat ini, di jam-jam ini. Apakah kau akan merindukanku?

Setelah hari cukup sore, setelah upacara perpisahan selesai. Akhirnya aku bisa bertemu denganmu. Mungkin ini terakhir kalinya aku bisa melihatu. Dan mungkin juga terakhir kalinya kita bisa melakukan kebiasaan kita di jalan ini. “Nee.. issho ni kaero wo..!” Dan seperti biasa kau hanya dia mengangguk tanda setuju. Matahari senja, angin yang berhembus dingin, langit yang begitu tinggi, hanya saja tak ada satu pun kata yang keluar dari mulut kami.

Sebenarnya… Ini… Saat ini… Aku berencana mengatakan semua padamu. Tapi aku memikirkanya lagi, lebih baik tidak usah aku katakan. Aku tahu jawabanya dan akhir dari pilihan jawaban. Yang jelas apa pun jawabanmu aku kan menerimanya. Justru jika kau menerimaku yang kurasakan hanyalah keraguan dan ketakutan. Hidupku… hidupmu.. dua kehidupan yang sangat berbeda. Apakah bersamaku kau akan bahagia? Apa yang bisa aku berikan padamu? Sementara aku hanya punya diriku dan kehidupanku. Tidak bisa. Ini bukanlah yang aku harapakan. Itulah yang kuputuskan, aku tidak akan menyesalinya, meski aku tidak tahu benarkah ini yang terbaik? Meski demikian, aku lega bisa bertemu denganmu, aku senang bisa membuat banyak kenangan dan menghabiskan banyak waktuku bersamamu. Betapa beruntungnya diriku ini.

Sannen Mae

Senja kini tiba di kotamu, orang-orang kini ramai pulang
Sama halnya yang aku lakukan, kau pun juga bukan
“Apa yang kau dapat hari ini?” Katamu bertanya padaku
Aku hanya kaget, tidak mengerti apa maksudmu

Di jalan yang sama, di waktu yang sama, berdua kita berjalan
Entah kenapa kita hanya terdiam sepanjang perjalanan
Apa karna kita tahu kita tidak akan lama lagi bersama?
Nee.. itu sedikit membuatku merasa sedih

Kata-kata yang ku ingin katakan padamu, tenggelam di hati
Kenapa kau hanya diam saja, katakanlah sesuatu, meski kebohongan pun kan ku percaya
“Apakah ini yang terbaik?” “Tidak” Aku berteriak dalam hati
Lalu aku pun putuskan untuk berjalan pulang sendiri

Meja kelas, papan tulis kotor, suara sepatu guru
Mendengarkan pelajaran guru, hingga berangan-angan esok hari
Impianmu, yang akan kau raih, dan aku yang ingin tetap disisimu
Hari-hari penuh warna ini, kita hanya bisa tersenyum mengingatnya

Kata-kata yang ku ingin katakan padamu, tenggelam di hati
Kenapa kau hanya diam saja, katakanlah sesuatu, meski kebohongan pun kan ku percaya
“Aku ingin tetap bersamamu” “Aku menyukaimu” Aku berteriak dalam hati
Aku tetap tidak bisa mengatakanya

Tiba-tiba kau memanggilku, “Ayo pulang bersama”
Dan kita pun berjalan pulang seperti biasa, untuk terakhir kalinya
“Terimakasih” kataku dalam hati, aku bersyukur bertemu denganmu dalam hidupku
Ini adalah kenangan terbaik masa mudaku

Eien Sleep

“Aku lebih baik mati saja… “ itu yang selama ini aku pikirkan.

Tapi, apakah jika aku mati semua masalah ini, kisah ini akan selesai. Aku tidak bias kembali lagi ke awal cerita. Cerita yang ku buat, cerita yang aku putuskan dan aku jalani selama ini. Adakah kenangan indah yang kubuat bersama seseorang? Adakah karya yang berguna yang bias kutinggalkan didunia ini? Seperti “mereka” yang dikenang, unya banyak hal dan orang-orang yang mencintainya. Pada akhirnya yang kutinggalkan hanyalah hutang dan masalah buat orang-orang didekatku yang berhubungan denganku. Aku tak ingin itu semua terjadi, alasn sederhana aku harus bertahan hidup dan terus hidup selama ini, hanya aku yang tahu. Seseorang yang berkata padaku tentang inpianya mengubah dunia ini. Dunia yang sama yang kupikirkan. Setelah mampu bertahan hidup selanjutnya adalah  mewujudkan impian. Ketika aku bertanya apa yang kau lakukan setelah impianmu terwujud? Dia menjawab jawabanya tergantung dari mimpimu . kalau impianmu adalah impian yang sederhana, maka hidup yang selanjutnya kau jalani adalah growing old. Tapi, bila impianmu jenis impian yang continued, kau harus terus menerus mewujudkanya, karna impian yang baru akan muncul setelah mimpi demi mimpimu terwujud. Tapi bila impianmu adalah jenis impian yang terkutuk, maka kau akanmenghabiskan waktu sepanjang hidup hanya untuk mewujudkanya entah terwujud maupun tidak. Dan aku sejak dulu sudah menanamkan impian yang terkutuk itu.

Aku bukanlah orang yang normal, bagiku impian itu ibarat kutukan. Orang yang mewujudkanya dia akan bias lepas dari kutukan. Tapi bagi yang masih belumbahkan tidak bias maka dia akan terkutuk selamanya.

Bahkan, seandainya aku tahu impianku tidak akan pernah menjadi nyata, aku akan tetap melakukanya, mewujudkanya, apapun itu. Seperti menegakan benang basah, seperti menguras samudra, seperti mencari jarum ditumpukan jerami, dan perumpaan lainya. Aku hanya bias berdoa. The unlimited has been done.

Orang-orang meninggalkan diriku sendiri. Tapi aku yakin hanya pada apa yang aku percayai. Trust only.

[to be continued..]

%d bloggers like this: