Days

[Tohru}
Wakatteiru…

Ikatan manusia begitu lemah, suatu saat akan terputus. Kita telah melalui banyak masa dan kejadian. Semua kenangan itu berkumpul dan tersimpan rapi dalam hatiku. Meski kadang aku lupa dimana menaruhnya. Kita telah dipertemukan. Lalu akan tibanya masanya untuk kita berpisah. Kita akan berjuang dalam kehidupan masing-masing. Jika tiba saatnya, jika kesempatan itu tiba, saat jalan kita bertemu dalam perempatan, alangkah baiknya kita mau saling menolong. Itu saja.

[Akane]
Aku sudah melakukan banyak kesalahan. Jika kau masih mau, maukah kau memaafkanku. Aku tidak ada saat kau mendapat masalah. Aku terlalu berharap apa yang telah aku lakukan terbalas. Aku tidak bisa ikhlas. Mulai sekarang, aku akan membantu siapapun yang mempunyai masalah. Jika kau butuh bantuan, jika kau sedang dalam masalah, katakan, meski aku tidak bisa menyelesaikanya, paling tidak aku bisa sedikit meringankan bebanmu. Shinjite hoshii.

[Fujino]
Kau sudah melupakanku ‘kan! Tidak usah malu, akui saja. Lagipula tidak banyak yang bisa aku lakukan untukmu. Saat itu aku hanya diam, tidak ada yang bisa aku katakan. Kau juga sudah tak lagi ingin tahu banyak tentangku. Semua yang kau lakukan hanya membuat kita saling menjauh, tidak apa. Sekarang kau menyadari bukan! Kau membutuhkanku. Kenapa… kenapa kau cuma diam saja? Hei hei.. paling tidak katakan sesuatu untuk membantahku bahwa aku ini salah.

[Tohru]
Ya benar aku memang seorang penakut. Terlalu banyak yang ku takutkan hingga aku tak bisa menyadarinya. Beri aku keberanian. Aku tahu kebenaran sejati muncul dari dalam diri sendiri, karena itu..karena itu…katakan! Katakan apa yang harus kulakukan. Kau selalu bersamaku hingga terakhir. tapi kau selalu ingin mengahdapainya sendiri tanpa menyisakan apapun bagi orang-orang disekitarmu. Beri kesempatan pada yang lainya untuk berkembang.

[Kirie]
Bintang yang tinggi, dilangit, tak dapat dijangkau tangan-tangan.
Hmm…kau sekarang sudah jadi orang hebat ya. Aku yang sekarang bukan apa-apa bagimu.
Apakah kau sudh lupa pemandangan itu. saat itu siang hari yang cerah dimusim panas pertama kita. Waktu itu hari masih pagi belum begitu siang sekitar pukul 9. Kita berada di bawah pohon flamboyan besar di jalanan menaik itu. Udara berhenti, tak ada angin, begitu tenang, hanya sesekali terdengar suara kicauan burung yang entah darimana asalnya. Kita memandang langit, tentu saja kita tidak bis melihatnya karena terhalang daun-daun yang rindang bukan. Sinar-sinar mentari hangat berusaha menembus lebatnya daun-daun dan ranting yang menari. Saat itu aku melihat itu semuanya seperti bintang yang berkelip. Saat itu pula kau mengatakan impianmu.

Jadi selama ini… kau..

[Tohru]
Sudah cukup! Aku ingin kembali, izinkan kau kembali, meski…meski aku tidak punya tempat untuk kembali lagi. Aku akan kembali ke tempat aku berasal, masa kecilku, tempat masa aku tumbuh, jati diriku yang sebenarnya, sehitam apapun diriku. Aku adalah aku, tidak peduli aku telah kehilangan semua, aku masih bisa meraih itu semua.

Advertisements

About Revandry

Hidup adalah perjuangan, Apapun yang terjadi dalam hidupmu, jangan menyerah dan jangan pernah menyerah.

Posted on 21 July 2013, in Flashfiction. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Menurutmu... gimanaaa....???

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: