Hanashi

“Ne.. An. Kau sekarang sudah menjadi apa? Aku tidak tahu dirimu bukan tapi maksudku diriku yang disitu.”
“Kamu siapa?”
“Aku adalah kau tapi aku dari masa lalu, dirimu yang dulu.”
“kau bercanda ya! Aku tidak punya apa-apa, uang, harta, data, pride, cinta, sahabat, keluarga, juga…tempat untukku kembali. Kau ingin apa dariku katakan! Aku akan berikan jika memang itu punya, kau menyuruhku untuk melakukan apa juga akan kulakukan sebisaku. Hayoo…mengaku kau siapa?”
“Sudah ku bilang aku adalah kau 3-6 tahun yang lalu. Saat ini aku baru lulus SMA- “
“Mou yamete, aku tidak punya apa-apa lag-“
“Sudah kuduga!”
“Apa?”
“Aku… pernah bermimpi buruk suatu malam. Didalam mimpiku aku seorang diri tapi… aku tidak merasakan apapun, aku terus berjalan seorang diri, lalu bertemu cahaya seperti kunang-kunang 2-4 ekor. Lalu aku terus berjalan dan cahaya itu tetap menerangiku, hingga terdengar suara, Cukup! Sampai disini, perjalanan ini sudah berakhir”. Lalu dunia berubah dimana kulihat keluargaku, orang-orang didesaku, teman-temanku, dan semua orang yang pernah bertemu dan mengidolakanku menjalani kehidupannya masing-masing, tapi tak ada satu pun yang mengingatku, mengenalku. Aku mnghilang, tapi tak ada seorang pun yang mengingat keberadaanku di dunia. Orang-orang yang selama ini ku cintai, orang pernah mencintaiku, yang mengidolakanku semuanya…semuanya…
“Siapa sebenarnya dirimu? Kenapa kau punya mimpi yang sama denganku?”
‘Karena itu, aku ingin berbicara denganmu. Aku ingin kau melakukan sesuatu untuk mengubah mimpi buruk yang telah menjadi nyata seperti yang terjadi padamu sekarang ini. Kau tidak bisa kembali ke masa lalu, tapi kau masih bisa mengubahnya, menghancurkan kenyataan yang kau alami.”
“Sudah! Aku benar-benar tak mengerti apa yang kau bicarakan”
“Kau mengerti apa tidak aku tidak peduli. Aku hanya punya satu permintaan, Ku ingin kau memikul dosa yang akan kulakukan.”
“Aku sama sekali tidak mengerti. Dosa apa? Kau yang melakukan, mengapa aku harus yang menanggungnya. Itu kesalahan yang hendak kau lakukan, tanggung sendiri dosamu.”
“Kau bodoh! Aku melakukan ini semua demi dirimu, karna aku tahu semua masa depanmu, bahkan hari kematian dan jamnya pun aku tahu. Karna itu aku tidak ingin kisahmu, bukan, tapi kisahku kisah kita berakhir bad end.”
“Huh..baiklah! Apa yang harus ku lakukan. Aku cukup melakukan itu saja kan agar semua kisah di masa depan juga berubah. Cepat katakan apa maumu?”
“Tentu, pertama, yang kau lakukan adalah temui Risa di sore hari pukul 5, mengenai kapan harinya kau sendiri yang mencarinya. Selanjutnya, hancurkan taman 17th, hadiah ulang tahunmu saat itu. Terkahir, katakan apa yang kau ingin kau katakan, menikahlah dengan Fujino. Itu saja.”
“Hoi..permintaan aneh macam apa itu. Aku sudah tak ingin punya urusan dengan mereka berdua-..”
“Cinta tak terbalas bukan! Itu yang kau pikirkan.”
“Juga kenapa aku harus menghancurkan, satu-satunya kenangan indah yang pernah kubuat. Fujino ya, aku tidak ingin bertemu denganya lagi. Dia sudah lebih hebat dariku sekarang bahkan sejak awal, dia terus menyembunyikan dirinya. Aku tidak mengenalnya, siapa dirinya sebenarnya? Dirinya yang nyata, dirinya yang palsu aku tidak tahu. Lagipula dia sudah punya pacar. Baik Fujino maupun aku sudah berjanji akan hidup dalam kehidupanya masing-masing. Kalaupun aku jadi menikahi Fujino, lalu bagaimana Risa dan Hayami. Aku tak ingin membuat orang lain tersakiti lagi. Lebih baik aku yang menanggung semua ini sendiri.”
“Kau salah. Kalau kau benar-benar ingin menanggung semua itu sendiri, yang perlu ku lakukan adalah yang ku sebutkan tadi. Aku punya pikiran yang sama denganmu. Risa dan Fujino adlh kunci untuk mengubah. Meski, aku tidak tahu apa yang terjadi jika selanjutnya”
“Bodoh, lalu kenapa kau menyuruhku melakukan sesutu yang kau sendiri meragukanya?”
“Aku hanya bisa mempengaruhi hasilnya 5%, sisanya tergantung apa yang akan kau lakukan.”

Aku sama sekali tak mengerti apa yang ia katakan. Apakah dengan bertemu denganya kehidpanku akan berubah? Tidak smudah itu bukan. Ada banyak kemungkinan yang terjadi. Tapi tidak salahnya aku mencoba, ya benar, semua keputusan ada ditanganku.”

 

Belum selesai..

Advertisements

About Revandry

Hidup adalah perjuangan, Apapun yang terjadi dalam hidupmu, jangan menyerah dan jangan pernah menyerah.

Posted on 28 July 2013, in Life. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Menurutmu... gimanaaa....???

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: