Tak Ada Jawaban

Di halaman sekolah yang panas, kau menutup kepalamu dengan buku
Lalu berjalan menuju ke arahku yang duduk di teras kelas
“Apa yang kau lihat? Hari ini panas ya”
Kau membuka pembicaraan tapi aku hanya berkata dingin
“Kau sudah membacanya?” tanyam lagi
“Sudah lama” “Bagus” “Aku cuma butuh 4 hari”
Sambil tersenyumkau hanya menjawab,”Buku selain iniapalagi yang mirip?”

Dalam hatiku merasa sebal, kenapa dengan wajah polosmu itu
Tak tahukah kalau aku sedang memamerkan kelebihanku
Seharusnya kau sebal emosi, tapi yang kau tunjukan diwajahmu hanya senyuman itu
Aku sama sekali tak mengerti dirimu

Keesokan harinya, kau taampakan wajah itu lagi “Ceritanya bagus”
Dan kau mulai bicara tentang buku itu tapi aku sama sekali tak tertarik
Setelah kau bercerita cukup lama, ku berkata tentang kelanjutanya cerita yang belum kau baca
Tapi kau malah begitu tertariknya, ttanpa mempedulikan sekitar
Ku berharap kau tahu betapa membosanya sudah mengetahui buku sebelum membacanya
Tapi di akhirceritaku kau berkata, “Kalau ada aku,kau bisa mendapat banyak hal tanpa harus susah-susah membaca”

Sudah cukup
Apa tak tahukah kau betapa menyebalkan dirimu
Ku pikir kalau aku memberitahukan padamu kehebatanku kau akan iri tak suka sebal
Tapi kau terus dan terus ingin mengetahuinya
Sudah hentikan, aku disini untuk menikmati kebebasanku tanpa gangguan orang lain
Tapi kau terus saja mengangguku dengan pertanyaan-pertanyaanmu

Hari ini sepeti biasa ku duduk di ruangan ini
Membaca buku, dan sibuk dengan duniaku
Esok hari dan selanjutnya, hal yang sama terusberulang
Saat kepalaku mulai pusing, ku berhenti sejenak,
Aku menyadari sesuatu yang, keberdaanmu yang tak kutemukan
Entah kenapa hari-hari selanjutnya,aku mulai merindukan suarau,

Entah kenapa aku sekarang ingin tahu tentangmu
Kuberanikan menuju kelasmu dan bertanya mencari-cari sosokmu
Tapi saat ku bertanya pada orang dikelasmu, ternyata kau sudah pindah kelas
Ah betapa terkejutnya aku

Hei itu semua tak adil
kau bertanya banyak hal dan aku hampir selalu menjawab pertanyaanmu
Ku beritahu kau banyak hal tapi kau sama sekalii tak memberitahuku apapun
Bahkan aku hanya tahu namamu wajahmu dan jam-jam saat kita bertemu

Setidaknya sebelum kau pergi, ucapkan salam perpisahan padaku
Apakah aku sama sekali tak ada dalam pikiranmu
Ah benar mungkin aku sebegitu menyebalkanya hingga kau tak mau menemuiku
Lalu apa artinya pertemuan kita selama ini

Kau benar-benar yang terburuk

Dan aku menyadari
Meski aku merindukanmu sekalipun, aku akan tetap tak mau mengatakanya
Karena aku bukan yang kau butuhkan sekarang

Kalau sajakita masih bisa bertemu di musim semi ini
Mungkin langit yang biru akan memberitahuku
Tapi ku terlambat meraih tanganmu
Dan kata-katamu waktu itu melayang terbawa angin

Advertisements

About Revandry

Hidup adalah perjuangan, Apapun yang terjadi dalam hidupmu, jangan menyerah dan jangan pernah menyerah.

Posted on 7 April 2014, in Flashfiction. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Menurutmu... gimanaaa....???

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: