Monthly Archives: April 2015

Apakabar

Berapa banyak hari yang telah kulewati bersamamu
Saat bedrdiri di depan kelas sambil menjelaskan hal-hal baru
Suaramu, senyummu, gerakanmu dan sosokmu begitu cerah
Tak pernah terbayangkan sebelumnya, bertemu denganmu

Aku sudah ta tahu lagi ke mana aku melangkah
Aku tak punya apa yang selama ini kubanggakan
Aku hanyalah manusia yang berselimutkan hitamnya dosa
Setiap harinya diriku hanya menumpuk dan terus menumpuk kesalahan
Lebih baik dunia berakhir sekarang
Aku tak mau menderita lebih dari ini
Sudah cukup, aku tak ingin melihat apapun lagi
Ats semua yang kukatakan, atas semua yang kurasakan
Yang kaukatakan hanyalah “Jangan khawatir, sekarang sudah tak apa-apa”
“Kau bisa membuka matamu,”Jika kau takut kau cukup terus berjalan”
“Jika kau tersesat, Akan kutujukan padamu arahnya”
“Karena itu sudah menjadi tugasku”

Itulah hari di mana kumenemukan cahaya kembali
Lalu kuberusaha bangkit dan mengejar cahaya itu

Hari-hari yang kujalani bersamamu bagaikan mimpi
Singkat, begitu indah dan bersinar, berharap ku terus dalam mimpi itu
Bisa bertemu denganmu di saat-saat ku hampa adalah suatu anugerah
Bisa melihatmu tertawa adalah suatu yang kudambakan
Bisa berbicara denganmu ku sungguh senang

Aku sudah lama menantikan seseorang sepertimu dalam hidupku
Aku sudah lama menanti seseorang berkata seperti itu padaku

Karena selama ini aku hanya terus menunggu dan terus menunggu
Aku sudah tak ingin menjadi apa-apa ataupun siapa

Nee… sensei
Sekarang saatnya mengucapkan perpisahan
Aku sudah menemukan apa yang kuinginkan
Mesli aku tak begitu yakin itu apa
Tapi aku percaya itu tak apa-apa
Aku sekarang tak lagi menunggu
Aku sekarang akan mengejar apa yang kuinginkan
Tentu, aku ingin menjadi seorang sepertimu, setingkat dengamu

Terakhir kalinya
Ada ingin yang kukatakan padamu
Aku sudah lama ingin mengatakan seak dulu
Hingga sekarang aku masih menahanya
Sekarang kukatakan padamu, apapun jawabnya
“Sensei, terimakasih atas selama ini”
“Tapi Maaf”
“Aku tidak bisa menjadi sosok yang bisa kaubanggakan”
“Aku sekarang hanyalah manusia biasa”
“Jadi, selamat jalan, sensei”

%d bloggers like this: