Monthly Archives: June 2013

Firefly and Star

“Nee.. Tohru, dare ga hito suki desu ka?”
“ee..to nani wo hanashiteta no?..   Aa..sou ka, kau pasti mau menembaku. ho o tidak sudah pasti kau akan ku tolak hahaha..”
“Hahaha.. nande? Kenapa aku ditolak?”
“Datte omae wa osanamajimi, boku hounto ni subete kimi no koto shiteiru.”
“Nee Satoru, kalau begitu akan kukatakan. Boku wa kimi ga suki.”
“Ha…!! Uso!”
“Nanchatte… :p “
“Nee.. kimi….”

[Yuko]
Ada banyak kenangan antara aku denganya. Mencari ikan di sungai, mencari jambu dan buah-buah saat Yama no Susume ano natsu, memasak kacangan yang kita curi dan banyak kenangan yang sulit kita ingat. Dia selalu pantang menyerah, bahkan meski yang lainya sudah tidak mau melakukanya. Sati sekolah saat SD, satu sekolah saat SMP. Hingga akhirnya aku melebarkan dinding.

Dengan prestasinya yang cemerlang, tentu dia akan melanjutkan ke SMA yang favorite. Dia akan pergi ke kota menjalani hidupnya sendiri. Dia punya banyak hal yang dapat ia gapai dengan mudah. Pandangan yang tajam jauh menuju kedepan entah kemana. Tak ada satu pun pandanganya yang tertuju padaku.
Tiga tahun berlalu.. Saat dia pulang..dia sudah menjadi orang yang berbeda, tidak, masih ku ingat saat pertama kali aku menyapanya, ia hanya berkata, “aku hanyalah monster, aku sudah lama mati, sebuah mayat hidup”

[Satoru]
Watashi… kono sekai ga…hounto ni… kirai da..
Jitsu wa… watashi jibun ga kirai
Aku telah kehilangan apa yang aku dapat selama ini. Pride, prestasi, kepercayaan dan banyak hala lainya. Aku hidup tapi aku tidak benar-benar hidup, aku sudah lama mati.
Dalam kesepian, ku hidup dalam kesendirian, gelap gulita tanpa cahaya, ruangan dingin tanpa suara, lalu diri ini lapuk dalam kesendirian.

Saat itu, sebelum aku mati, aku punya keinginan, agar aku bisa tetap ada disisinya, tapi…
Pertengakaran diantara kita, saat kita saling percaya, saat kita saling dikhianati, aku begitu egois untuk menerima permintaan maafnya. Aku terluka, dia terluka, kita sama-sama merasakan sakit yang sama, tapi tidak tahu bagaimana mengibatinya. Lalu pertemuan sandiwara kita, hanyalah membuat kita semakin berjauhan. Hingga kita tidak menyadarinya kita telah saling merindukan.
Sampai sekarang pun aku masih memendam luka itu, tapi dirimu sudah sembuh dan melupakan cukup beberapa hari setelah saat itu. Karena kau punya banyak orang percaya padamu menjadi temanmu yang selalu memberikan support. Sedang aku, aku hanya punya dirimu seorang, tada kimi wa.., yang terus mensupportku dan membantuku, selalu mau ada disisiku. Bagaimana bila suatu bangunan yag disangga pilar-pilarnya tiba-tiba kehilangan penopangnya? Runtuh itu sudah pasti, jika tidak maka tinggal menunggu waktu.
Aku sudah lama mati, tapi ada saat-saat aku merasa hidup kembali meski cuma sebentar. Saat-saat masih ada seseorang yang memmbutuhkanku, saat masih ada seseorang yang peduli padaku, dari sekian ribu orang yang kutemui.

“Aku sudah tidak lagi kau cintai”
“Aku sudah tdak kau butuhkan lagi”
“Lalu, aku pun sendiri, jatuh dalam kesendirian”
EGOiST _ Keberangkatan~Ku Kirim Lagu Cinta Padamu

[Satoru’s dream]
Wajah yang kurindukan selama ini telah menghilang

Bunga penjaga sawah, menjaga tanaman daru gulma, tapi bila ia tumbuh banyak akan menjadi gulma. Akarnya mengait batu, tumbuh merambat, meninggalkan akar tinggal.
Finally, I found something in my life, new of myself, slowly my heart draw a dream

Pertemuan kita bukanlah kebetulan
Apakah kau bahagia, apakah kau akan ahagia selamanya, apakah kau akan bahagia esok hari dan seterusnya
Aku tahu, itu tidak mungkin, karana duka dan kesedihanlah yang membuat kita bisa merasakan kebahagiaan
Kesedihan adalah sesuatu yang mengharukan, begitu hangat, saat kita jalani bersama
Dalam bayangmu aku hidup, dalam kenanganku kau hidup
Rahasia antara kita berdua, terselip diantara interval waktu, bersemayam dengan tenang disana, hanya kita berdua yang tahu
Kita hanyalah manusia, dengan segala kekurangan yang terus kita coba tutupi, tapi
Saat kita berdua berani menunjukan kekurangan satu sama lain
Hingga kau pergi
Tak ada lagi cahaya, mati, sendiri, sunyi, aku kesepian seorang diri

Pada lautan yang menghadang aku memandang, ombak yang memanggilku, dan horizon dalam khayalan
Surga yang kutemukan dalam diri, menuju surga yang ada disisimu
Kesendiriaku bukti kesetiankum meski aku harus kehilangan, tak tahu siapa lagi diri ini

Jiwa-jiwa yang mati, jiwa-jiwa yang bersemi
Melantunkan ayat-ayat yang tedengar begitu sunyi
Dalam kesendirianku, aku sudah melupakan tentangmu
Tak punya teman, hidup dan bertahan, lalu menjejakan kaki menuju angkasa
Impian khayal macam apapun, aku bisa meraihnya
Tapi setidakmya aku ingin berbagi kebahagianku padanya
Padanya yang masih memberiku cahaya, meski aku sudah sangat hitam
Aku tak pernah bisa mengatakanya
Dalam keagungan raja, memandang rendah pada diri sendiri, membisikan kata, “Nee. . zutto.. kitto.. daijobu desu ka? dan tersenyum pada diri sendiri
“Hai, daijobu desu!”

Aku telah menemukan surga yang kau maksudkan itu dalam hidupku

[Ki no Shita]
“Memangnya kenapa? Aku.. sudah tidak punya masa depan. Aku tahu jalan yang kulalui salah, impianku hanya ilusi, e-A1 sudah tidak mungkin kembali, aku sudah tidak punya tempat untuk kembali.”
“Sou ka. Kalau itu yang kau inginkan, aku tidak akan menahanmu lagi. Pergilah.. Bertahanlah.. tapi sebelum kau berangkat aku punya permintaan.”
“Nani?”
“Temuilah Eru-…”
“Tidak bisa,…”
“Ya ampun, paling tidak disaat terakhirlau berterus terang padanya, sampai sekarang pun kau masih saja memendam rasa. Paling tidak coba buat aku sedikit senang, setidaknya sebuah kenangan manis terakhir kalinya denganku.
Soredewa, sayonara…

Satoru, zutto itsumo anata ga daisuki.”

To be continued…

(Ngkhayal… angel… wis mending tak end langsung, cut, males nulis, curhat, sequel prequel dll)

Advertisements
%d bloggers like this: