Monthly Archives: October 2014

Star and Darkness

Suatu saat nanti aku akan terbang melampui atap-atap rumah ini, membumbung tinggi terbang di atas awan-awan. Meski hanya dengan kedua tanganku, aku yakin bisa terbang lebih lebih tinggi menembus langit.

Itu yang dia katakan 10 tahun silam.

Pertemuan terakhirku denganya bulan Mei saat musim semi di kota yang tak dikenal. Siklus 10 tahunan manusia, bahwa seseorang akan berubah sepenuhnya setelah 10 tahun lamanya. Intinya, orang yang terakhir 10 tahun yang lalu yang kau temuij ika kau temui sekarang maka dia sudah menjadi sosok orang lain yang sama sekali tak kau kenal meski kau tahu namanya.

Begitu pula denganya.

Bintang itu sangat indah bukan? Setitik cahaya di langit yang gelap gulita seolah memberi harapan pada orang yang menemuinya, petunjuk di kala kegelapan gelap gulita menyelimuti. Dibanggakan banyak orang, ingin diraih banak orang dinantikan banyak orang, menghiasi dengan mempesona, juga memancarkan keindahanya dengan memberikan cahayanya. Satu-satunya dan tak tergantkan.
Tapi, kau tahu, menjadi bintang sangatlah menyakitkan.
Berada di tempat tinggi jauh hampa udara dalam angkasa dimana tak bisa digapai seorang pun, sungguh betapa sepinya. Berjauhan dengan bintang lainya, seandainya bisa berpasangan pun pada akhirnya hanya bisa berpasangan dengan sesama bintang.

Itu yang dia katakan.

Sayang sekali waktu itu aku tidak bisa membalas perkataanmu. Karena aku paham betul evolusi bintang, juga dulu kau yang sering bertanya padaku tentang bintang, orbit dan semacamnya. Kata yang ingin kuucapkan waktu itu adalah …]

“Aku hanya seorang prajurit
Aku lahir dan hidup untuk bertarung
Medan perang adalah duniaku, membunuh adalah tugasku, pedang adalah temanku
Kemenangan adalah hal yang kucari
Bisa berdiri di samping jendral adalah kebanggaanku
Tiada yang menunggu diriku selain kematian”

Itu yang dulu aku katakan.

“ingat! Kau cukup jalani kehidupanmu sekarang”
“Pasti di suatu tempat, ada oang yang menunggumu”
Itu yang dia katakan ketika menjelang perpisahan.

“Aku bukan siapa-siapa
Aku sudah tak punya apa-apa
Semua yang tersisa dari diriku hanyalah dosa”

“Itu tidak benar
Kepalkan tanganmu
Angkat wajahmu
Ini masih belum berakhir
Takdirmu baru saja dimulai”

%d bloggers like this: