Monthly Archives: March 2015

Dari Sini

Hari hari berlalu, datang dan pergi
Detik yang terus berputar
Kalender yang berganti

“I’m no longer available for you”
Orang-orang yang datang dan pergi
keluar masuk hati ini
Silih berganti

“Kelak, aku akan pergi meninggalkanmu”
Dan kau tanpa aku
kau akan menjalani hidup berbeda dengan hari ini
Aku akan tetap mengingatmu

Apa yanga akan terus bersamamu,
Kalau tidak tahu, tanyalah pada dirimu, lalu carilah
Jika sudah kaudapat, genggamlah
Aku tak bisa terus menemanimu, maaf

Senpai,
Apakah ada cara agar aku bisa sedikit lebih dekat denganmu
Aku ingin bisa bersamamu lebih lama
Menghabiskan sisa waktuku ini

sejak awal aku sudah tahu
Kamu lebih mencintainya dibanding diriku
Karna itulah aku ingin menjadi orang sepertinya
lambat laun aku mulai menyadari apa yang membuatmu suka padanya
Aku pun tertawa, sudah terlambat

Aku yang sekarang bukanlah aku yang dulu
Aku yang sekarang tidak bisa membaca dengan cepat seperti dulu
Tapi aku yang sekarang lebih banyak tahu
dunia ini begitu luas

Bahakan seandainya kau telah meimilih menjalin hubungan denganya
Bukankah kita masih bisa berbicara seperti biasanya?
Akankah kau masih mau mendengarkan ceritaku?
Satu-satunya orang yang menegtahui rahasiaku, hanya kau saja senpai

pada siapa aku harus menceritakan kisah ini
Kemana lagi aku harus membawanya?
berapa lama aku terus membawanya?

Pada akhirnya perasaan sekuat apapun akan pudar sebanding dengan berjalanya waktu

Ingatanku tentangmu mulai terlupa
Tidak
aku tidak mau itu terjadi
tapi tetap saja terjadi
Setelah dewasa, hal-hal yang ingin kulakukan terpaksa tak bisa kulakukan
juga kuterpaksa melakukan hal-hal yang tak ingin kulakukan
Kebabasan itu tak ada

Sungguh menyenangkan menghabiskan waktu bersama dengan orang-orang yang kita sayangi.
Sambil berpikir, andai saat-saat seperti ini berlangsung selamanya

Hidup adalah setengah sedih dan setengah bahagia
Semuanya singkat, bahagia singkat, sedih singkat, kecewa singkat, percaya singkat, khianat singkat, jatuh cinta singkat, benci singkat
Tapi … akankah semuanya akan berlalu begitu saja
Tanpa pernah berisi makna

satu hal yang belum kusampaikan padamu senpai
Siapa diriku yang sebenarnya?
kau belum juga tahu
meski aku juga tak mengerti siapa diriku sekarang
Seolah aku berada dalam tubuh seseorang yang bukan milkku dan aku berperan menjadi dirinya

Senpai, kemarin aku bertemu dengan sensei
Aku berusaha memberitahunya akan sesuatu
tapi dia menolak
Dia hanya berkata
“Aku hanya tanya kabarmu, itu saja”
Tahukah senpai
Saat dia berkata begitu aku sungguh ingin menangis
Masih ada orang begitu baik padaku setelah aku bukan siapa-siapa

Karna itulah aku bisa terus berjalan sampai sejauh ini
Nee senpai, aku sekarang bukan siapa-siapa
juga kehilangan banyak hal
Apakah kau masih bisa berbicara seperti dulu lagi?

Saat kau bicara “Serahkan padaku” “Kau pasi bisa” “Tenang, seperti itu mudah”

Senpai, kini kau sudah tak ada di kota ini
Apakah kau sudah menemukan yang kau cari?

Aku masih percaya kalau impian kita bisa terwujud di kota ini

:dari adik kelasmu:

%d bloggers like this: